FPG Kecewa Pelarangan Pembangunan Menara Masjid di Swiss

Publik | admin | December 8, 2009 at 10:25

Aprizal Rahmatullah – detikNews

golkar dalem FPG Kecewa Pelarangan Pembangunan Menara Masjid di Swiss

Jakarta -Fraksi Partai Golkar (FPG) menyesalkan pelarangan pembangunan menara masjid di Swiss. FPG menilai tindakan tersebut menunjukkan sikap yang tidak menjunjung tinggi demokrasi dan HAM.

“Kami kecewa dengan hasil referendum itu,” kata Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR-RI Ade Komarudin melalui rilis yang dikirim ke detikcom, Selasa (8/12/2009).

Meski kecewa, Ade mengimbau kepada umat muslim Swiss untuk menggunakan jalur dialog agar hasil referendum yang melarang pembangunan menara sebagai bagian masjid itu dicabut. Dialog konstruktif dianggap langkah paling tepat untuk menjelaskan arti pentingnya menara bagi masjid.

“Kami menyarankan kepada masyarakat muslim Swiss untuk terus melakukan dialog lintas agama. Dalam dialog itu dijelaskan betapa pentingnya menara sebagai bagian dari masjid. Melalui dialog yang konstruktif, FPG yakin pelarangan itu pada akhirnya akan dicabut,” imbuhnya.

Ade juga berharap agar kasus ini tidak ditiru oleh pemerintah negara-negara Eropa lainnya. “Semoga apa yang terjadi di Swiss tidak menyeret masyarakat dan pemerintah negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa lainnya untuk melakukan hal yang sama,” tukasnya.

Ade mengingatkan, agar umat muslim di seluruh dunia tidak reaktif atas hasil referendum tersebut. Justru, lanjut Ade, pelarangan pembangunan menara-tempat di mana azan dikumandangkan, muncul semangat toleransi lintas agama tumbuh dan berkembang pesat secara universal.

“Karena Islam adalah agama rahmatan lil alamin, rahmat bagi sekalian alam,” jelasnya.

Di tengah-tengah arti pentingnya semangat toleransi, pemerintah Swiss telah melakukan kebijakan kontraproduktif dengan membatasi kegiatan ibadah salah satu agama. “Pelarangan itu muncul di saat di seluruh dunia menyadari betapa pentingnya toleransi, sikap saling menghormati antar satu pemuluk dengan pemeluk agama lain untuk mencipatakan kedamaian. Pelarangan ini juga tidak sesuai dengan nilai-nilai masyarakat demokratis yang berlaku secara universal,” tandasnya.

Keputusan pelarangan menara masjid dilakukan melalui referendum yang diajukan Partai Rakyat Swiss. Hasilnya, 57,5 persen warga menyatakan dukungan untuk melarang pembangunan menara masjid.

Referendum yang dikeluarkan partai berpaham nasionalis di Swiss ini menyatakan menara masjid merupakan simbol kekuatan politik kaum muslim dan itu dikhawatirkan bisa membuat Swiss berubah menjadi negara muslim.

(ape/nrl)

Source: detiknews

Tags: ,

Leave a Reply